JAKARTA:
Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) membentuk kelompok kerja (pokja) untuk melobi pemerintah agar mengizinkan penggunaan jalur bebas hambatan (tol) bagi pengendara motor besar tersebut.

“HDCI telah membentuk pokja untuk membahas masalah ini dengan DPR,” ujar Djonnie Rahmat, Direktur Utama PT Mabua Harley Davidson (MHD), di sela-sela peringatan hari ulang tahun ke-10 MHD di ruang pamer Harley T.B.Simatupang, kemarin.

Menurut HDCI, lobi tersebut terkait dengan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi pemilik sepeda motor mewah tersebut mengingat kondisi jalan di Jakarta yang padat dan macet.

Motor Harley menggunakan mesin berkapasitas besar yakni 1.700 cc-tipe yang dirilis pada 2007-dengan bobot motor sekitar 400 kg. Spesifikasi itu menuntut ruang yang memadai terutama untuk perjalanan jarak jauh demi keselamatan pengendaranya. Di samping itu, dalam kondisi macet mesin menjadi cepat panas sehingga dikhawatirkan akan mengalami over heating.

Pajak kendaraan Harley per tahun, kata dia, setara dengan pajak bagi mobil-mobil premium a.l. Mercedes-Benz, BMW, dan Volvo, yakni sebesar Rp 4 juta.
“Jadi wajar jika pengguna motor gede ini menuntut agar mendapatkan hak yang sama dalam penggunaan fasilitas jalan tol.”

Jika tuntutan pengguna Harley tersebut disetujui pemerintah, peraturan tersebut tidak hanya menguntungkan konsumen. MHD selaku diler resmi produk-produk Harley di Indonesia pun akan mendapatkan keuntungan berupa peningkatan penjualan.

“Minimal MHD dapat menargetkan kenaikan penjualan sebesar 30% jika usulan ini bisa disetujui,” katanya.
Menurut Djonnie, selama ini pengendara Harley hanya bisa menggunakan jalan tol jika diiringi petugas patroli saat acara touring yang diikuti oleh anggota-anggota klub motor gede tersebut.

Di luar konvoi dengan pengawalan tersebut, Harley tak bisa melenggang bebas di tol. Akibatnya, tak jarang banyak pengendaranya yang terpaksa melanggar peraturan tersebut dengan masuk jalur bebas hambatan pada subuh atau tengah malam.

“Kami tidak menginginkan hal seperti itu [melanggar aturan], kami menginginkan sesuatu yang transparan. Makanya kami berusaha agar peraturan tersebut bisa diubah agar pengguna Harley bisa menikmati fasilitas tol,” lanjutnya.

Di negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand, kata dia, juga telah memberlakukan peraturan yang mengizinkan Harley menggunakan jalan bebas hambatan.